Wednesday, September 17, 2014

Jangan Pergi

Eci adalah Gadis remaja yang berusia 15 tahun. Eci adalah gadis yang lucu, imut dan juga cantik. dia juga wanita terfavorit di sekolahnya, siapa sih yang gak kenal sama Eci? dia mempunyai 2 sahabat yang bernama felys dan Jasmine, mereka berdua baik banget sama Eci. Teng..!!! Teng!!! Teng!!! lonceng pun bunyi waktunya pulang “eh Eci gue pulang duluan yah, soalnya gue mau ke rumah tante gue, biasa ada hajatan” kata Felys “iya udah gak papa” jawab eci mengangguk “Gue juga ci mau cabut soalnya papa gue udah jemput”. kata Jasmine buru-buru. Sekolah pun tampak sepi, anak-anak sudah pulang. Tinggal Eci yang duduk sambil menunggu sopir pribadinya. “Aduh!!, lama banget, mana sendiri lagi disini”. sambil mengotak-ngatik handpone. “DOR!!!” kejut ray dari belakang “eh kamu Ray, aku kirain tadi setan, hahha” “kamu belum pulang?” “belum, aku lagi nunggu jemputan” “Jemputan siapa ci? pacarnya yah?” “eh nggak, sopir pribadi gue” “huuu, aku kira pacar kamu!” “Gak nyangka Ray negur aku, hmm.. kayak ngerasa mimpi nih, mana aja cowok sekece dia, bisa negur aku makasih Tuhan” kata eci dalam hati. “eh eci kok kamu malah bengong?” sambil melambai-lambai tangan “gak-gak kok, aku gak bengong” “daripada kamu bengong kayak gini, mending kamu pulang bareng aku aja gimana?” “Hmmm.. tapi aku udah minta jemput” “Ayo donk, satu kali ini aja, please!!” “iya-iya” ambil sms sopirnya kalau dia gak usah jemput Saat di jalan ray dan eci pun cerita-cerita, hati eci pun mulai dag-dig-dug. Eci sudah lama kagum sama ray dan eci suka sama Ray. “Rumah kamu dimana ci?” “Di jalan Terompet nomor 7 Ra” “oh iya-iya” Sesampai di depan rumah eci Ray berkata “ci, mau gak nanti malam kita jalan” “ok emang jam berapa?” “sekitar jam 19.00, gimana.” “ok!!” “aku pulang dulu ya eci” “ya udah kamu hati-hati Ray, maksih udah ngantar aku pulang” “ok cantik sama-sama” Eci pun capek, dan dia pun tertidur, selesai tidur eci nonton tv, kebetulan filmnya bagus cocok banget film cinta-cintaan. “Bik!” teriak Eci. “ya non ada apa?” “tolong buatin Jus strawbwrry kayak biasanya ya bik” “Baik non”. Karena terharu, eci pun menangis. sementara bik nena mengantarkan jus strawberry kesukaannya Eci, “non ini jusnya”. “iya bik, maksih” “iya non sama-sama, loh kok non nangis?” “gak ah bik cuma sedih aja liat filmnya” “ya udah bibi ke dapur dulu non” “ya bik” Adzan pun berkumandang dan Eci segera melaksanakan sholat magrib, selesai sholat eci langsung buru-buru. “waduh, aku harus buru-buru nih, nanti Ray udah mau jemput” Eci pun siap-siap mau dandan, ia dandan secantik mungkin dan memakai gaun kesayangannya yang berwarna biru itu. Tepat pukul 19.00 bik nena pun memanggil eci, “maaf non, ada laki-laki yang mau ketemu non” “Hmm.. itu pasti ray, makasih bik” “sama-sama non” Eci pun bergegas cepat-cepat mau ketemu Ray “Hey ray, kamu udah lama yah nunggu aku?” “oh gak ci, ayo jadi kan jalannya?” “iya jadi, ayo” Setelah keiling-keliling, Ray pun mengajak eci ke cafe. “kok kita kesini Ray?” “iya, aku tau kamu lapar kan” “Eci pun tersenyum malu” Selesai memesan makanan, Ray menepuk tangan sampai 3 kali, kembang api pun berwarna-warni di atas langit. TORR!! TORR!! TORR!!, “eci coba kamu liat diatas langit sana”, kata ray sambil menunjuk tulisan I LOVE U ECI. “WAW!!, bagus banget ray, itu kamu yang ngerencanain”. Ray pun mengangguk ray megajak eci duduk di depan danau, dan dikelilingi lilin-linin kecil. Ray pun mengasih eci setangaki mawar merah. “ini buat kamu ci” “Wah, makasih yah ray kamu bisa tau kalo aku suka mawar merah.” “iya donk, apa yang gak tau tentang kamu ci, eci aku mau ngomong sesuatu sama kamu”. “emangnya kamu mau ngomong apa sama aku Ray?” “Eci sebenarnya aku suka kamu dan aku juga sayang sama kamu, kamu mau kan jadi pacar aku?” sambil memegang tangan eci Eci mulai kaku, gugup dan gak nyangka kejadiaannya bisa kayak gini. “iya… iy.. ya Ray aku mau kok jadi pacarnya kamu”. “makasih yah eci aku bakal setia, dan aku pengen kamu jadi milik aku seutuhnya, dan gak ada satu pun lelaki yang bisa memiliki hati kamu” “iya ray, aku akan jaga hati aku” Jam menunjuk angka 22.00, mereka pun pulang sampe di rumah eci pun senang bisa jadian sama Ray, dan gak nyangka bisa jadian sama ray. Keesokan harinya felys dan jasmine pun menggosek Eci tentang kejadian tadi malam. “ciyee Eci, udah jadian nih sama sih ray” kata Felys “iiisss felys apa-apaan sih, aku gak jadian kok sama Ray”. “Aduh gak mau ngaku lagi, Boong yah sama kita, Ray sendiri kok yang bilang sama kita, ya kan felys” “heehehe iya, ngomong-ngomong jangan lupa traktirannya” “ok, tenang aja” Bel masuk pun bunyi dan para siswa pun masuk kelas seperti biasanya. Siang harinya pulang sekolah, sekitar jam 14.00 felys, dan Jasmine ditraktir makan bakso “eh iya ci, gimana sih asal muasalnya kamu itu bisa jadian sama Ray?” kata Jasmine “susah ngejelasinnya Jasmine” “Hmm… pasti romantis banget kan?” “HIHI, Iya pasti donk” Selesai itu mereka pun pulang ke rumah masing-masing 3 tahun kemudian adalah akhir perpisahan dan banyak sekali kebahagiaan, suka maupun duka yang mereka lewati bersama, saat perpisahaan sekolah, mereka bertiga berpelukan dan menangis. “Eci, jasmine, semoga kalian ingat terus ya sama aku, kalian gak boleh ngelupain aku” kata felys. “Felys, Eci aku juga gak bakal ngelupain kalian berdua” jawab Jasmine “iya Jasmine, Felys aku juga gak bakal ngelupain kalian berdua, ini kado janji kita dulu, kalau kamu kangen sama aku, liat aja isi kado ini. kalian tetap selalu ada di hati aku walaupun kita jauh, aku gak bakal ngelupain felys yang imut dan juga jasmine yang manis. aku sayang kalian berdua” Mereka pun berpelukan bertiga dan Ray pun memanggil eci “eciiii” “ya ray, kenapa?” “besok aku mohon sama kamu, kamu mau kan antar aku kebandara” “emang kamu mau kemana?” Keesokan harinya ecipun mengantar ray ke bandara. Dan ray memberikan sesuatu pada eci, yaitu sebuah cicin. “eci ini cincin dariku, tolong dijaga dan dirawat dengan baik yah. soalnya aku mau ngelanjutin sekolah aku di luar negeri” “ray jangan tinggalin aku” “tapi gimana ci, aku juga gak mau ninggalin kamu, kamu baik-baik yah” “iya ray, kamu jangan nakal yah” “iya aku gak nakal kok, bye eci” “bye ray”. Udah hampir 2 tahun eci dan ray berhubungan jarak jauh, dan eci sangat merindukan ray. handpone eci berbunyi ternyata yang menelpon ray “hai eci” “hai juga” “kamu gimana kabarnya?” “baik, kamu?” “aku juga baik, oh ya eci aku bentar lagi akan pulang ke prabumulih”, “beneran?” “iya aku mau ngerayain ulang tahun nya kamu.” “hm.. makasih ray” Panggilan pun terputus, keesokan harinya saat bik nena nonton tv cepat-cepat bik nena memanggil eci. “non eci!!” “iya bik kenapa?” sambil membawa secangkir susu cokelat “itu non lihat di tv” “ASTAGA!!! ray” gelas pun pecah “itu gak mungkin ray, itu bukan ray bik”. “itu ray non” kata bik nena memastikan. RAY ADITYA WINATA penumpang dari BANGKOK. oh ray aku gak nyangka bisa kayak gini, ya Tuhan kenapa ray harus pergi secepat itu.

No comments:

Post a Comment