Wednesday, September 17, 2014
A Hope of Disha
Di malam yang gelap itu, aku termenung sendirian di dalam kamarnya. Ya, aku adalah Disha. Aku sedang memikirkan kekasihku yang sangat aku sayangi.
“Disha” 1 pesan SMS masuk di handphoneku dari kekasihku, Mas Akhmad. Ya, nama kekasihku adalah Mas Akhmad. “Iya mas, ada apa?” aku pun membalas SMS dari kekasihku. Walaupun sebenarnya aku terlalu berat untuk membalas pesan SMS dari Mas Akhmad. Karena, ada masalah di antara kita.
1 minggu yang lalu, aku diajak kencan sama Mas Akhmad. Tetapi, aku menolaknya. Karena, aku ada janji sama Dwi, sahabatku. “Ya sudah kalau kau tak mau kencan denganku, aku akan kencan dengan perempuan lain” pesan dari Mas Akhmad di handphoneku. ALLAHU AKBAR. Aku pun tidak membalas pesan SMS dari Mas Akhmad.
Di hari libur, semua anak akan merasa senang karena akan libur panjang. Tetapi, tidak denganku. “Sayang” SMS masuk dari Mas Akhmad. Aku tidak langsung membalas SMS dari Mas Akhmad. Di hatiku, masih ada rasa kecewa kepada Mas Akhmad. 15 menit kemudian, aku pun membalas SMS dari Mas Akhmad. “Apa” hanya satu kata yang kukirimkan untuk membalas pesan SMS dari Mas Akhmad.
—
“Dwi, aku sakit hati. Tega teganya Mas Akhmad bilang kayak gitu sama aku. Sebenernya Mas Akhmad sayang gak sih sama aku. Sampai sampai Mas Akhmad kayak gitu sama aku.” Ujarku yang sedang mengeluarkan unek uneknya kepada Dwi, sahabatku. “Kamu yang sabar aja, Dis. Dia sayang kok sama kamu. Mungkin dia lagi ngetes kamu Dis” Ujar Dwi memberi kesimpulan kepadaku. “Apa Dwi? Ngetes? Tapi kan gak segitunya kalo Mas Akhmad mau ngetes perasaan aku” Ujarku yang emosi tetapi dicoba untuk ditahan. “Yang sabar ajah, Dis. Mungkin, Allah sedang memberi cobaan biar kamu tetap tegar” Ujar Dwi kemudian memelukku.
Malam minggu pun tiba. Tetapi aku hanya bisa menangis, menangis, dan menangis. Menangisi kekasihku yang sangat aku cintai. Mas Akhmad, sebenernya Disha sayang banget sama Mas. Disha kayak gitu sama Mas karena Disha gak mau kehilangan Mas. Ya allah, lindungilah Mas Akhmad untukku, jagalah hati Mas Akhmad untukku, karena aku sangat menyayangi Mas Akhmad. Mas Akhmad, aku sayang banget sama Mas. Semoga Mas Akhmad selalu berada dalam naungan Allah S.W.T. Aamiin.
- The End -
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment